Skip to content Skip to footer

Publik Tiongkok Memprotes Kolaborasi Detektif Conan–My Hero Academia, Agen Hak Cipta Angkat Bicara


LayarHijau.com – Sohu Entertainment mengabarkan kolaborasi terbaru anime Detective Conan dengan manga My Hero Academia memicu kontroversi di China. Sejumlah netizen menyuarakan keberatannya atas keterlibatan My Hero Academia, sebuah judul yang masih dianggap sensitif oleh sebagian publik setempat.

Menanggapi polemik tersebut, pada malam tanggal 31 Januari 2026, agen hak cipta utama Detektif Conan untuk daratan Tiongkok merilis pernyataan resmi. Dalam klarifikasinya, sang agen menegaskan bahwa kerja sama ini tidak mengandung makna atau pendirian politik apa pun.

Disebutkan bahwa tahun ini Detektif Conan akan genap 30 tahun sejak penayangan animenya dimulai. Untuk memperingati momen tersebut, para pemegang hak cipta di Jepang merancang serangkaian kolaborasi dengan sejumlah karya anime dan manga Jepang lainnya sebagai bentuk saling mengucapkan selamat antar judul.

Agen hak cipta menekankan bahwa kolaborasi tersebut murni pertukaran persahabatan antar karya, yang bertujuan untuk merayakan perjalanan panjang industri animasi Jepang. Keseluruhan konsep dan perencanaan kegiatan ini ditentukan oleh pihak Jepang, tanpa membawa pesan atau posisi ideologis tertentu terhadap negara manapun.

Meski sudah ada klarifikasi, kolaborasi ini terus memicu perdebatan di media sosial Tiongkok. Beberapa netizen menilai keterlibatan My Hero Academia tidak pantas mengingat kontroversi berkepanjangan yang menyertai judul tersebut.

Mengapa My Hero Academia Kontroversial di Tiongkok

Kontroversi My Hero Academia di Tiongkok dimulai pada tahun 2020, ketika manga ini menggunakan nama karakter “Maruta” untuk salah satu antagonisnya. Istilah maruta memiliki konotasi sejarah yang sangat sensitif karena pada Perang Dunia II digunakan oleh Unit 731 tentara Jepang untuk menyebut manusia—terutama warga negara Tiongkok—yang dijadikan objek hidup dalam eksperimen medis.

Tokohnya digambarkan sebagai seorang ilmuwan yang melakukan eksperimen kejam terhadap manusia sehingga memicu kemarahan publik karena dianggap menyinggung luka sejarah dan penderitaan masa lalu. Meski artis dan penerbit manga telah mengganti nama karakter dan mengeluarkan permintaan maaf resmi, namun sentimen negatif di Tiongkok belum sepenuhnya mereda.

Hingga saat ini, My Hero Academia masih sering dianggap sebagai judul yang bermasalah secara historis oleh sebagian masyarakat Tiongkok. Hal inilah yang menyebabkan keterlibatan judul tersebut dalam kolaborasi skala besar, termasuk dengan Detektif Conan, kembali memicu penolakan dan perdebatan publik.


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Leave a comment

0.0/5